Minyak hati hiu laut dalam menjelma bisnis bernilai triliunan rupiah — dari nelayan di Tanjung Luar hingga industri suplemen global. Di baliknya, hiu botol yang lambat berkembang biak terancam punah, sementara rantai pasoknya nyaris mustahil ditelusuri.
Rp4,4 TProyeksi pasar global minyak hati hiu pada 2032
50–79%Penurunan populasi hiu gulper akibat eksploitasi
57Produk berbahan minyak hati hiu terdaftar di BPOM
~35 thnUsia matang seksual betina hiu gulper Atlantik
Rantai Pasok
Lima lompatan, satu identitas yang hilang
Setiap kali minyak berpindah tangan, jejak spesies dan asal tangkapannya makin kabur — dari hiu utuh menjadi hati, lalu cairan tak bernama di jeriken.
🦈
Nelayan
Rawai dasar, 300–450 m. 20–40 hiu/trip, sekitar 1,5 liter minyak per ekor.
TANJUNG LUAR, NTB
☀️
Penjemuran
Hati dijemur hingga meleleh — 100 kg hati habis dalam sehari saat terik.
MINYAK CURAH
🛢️
Pengepul lokal
Minyak berbagai spesies sering tercampur sejak titik ini, dijual per jeriken 25 L.
CILACAP · DLL
🚚
Pengepul besar
Stok lintas daerah — Aceh hingga Merauke — dikelaskan grade A/B, dikirim ke Jakarta–Bekasi.
JARINGAN ANTARDAERAH
💊
Pabrik & UMKM
Diolah jadi kapsul/cair, dipasarkan via marketplace dan media sosial.
SUPLEMEN · OBAT
Mengapa sulit dilacak: hiu sering dicatat umum sebagai "dogfish" atau "Centrophorus spp." tanpa identifikasi spesies. Begitu berbentuk minyak atau kapsul, identifikasi visual tak lagi memadai — dibutuhkan analisis DNA untuk memastikan asal spesies.
Harga di Tiap Tangan
Nilai jual berlipat di sepanjang rantai
Harga minyak naik tajam begitu berpindah dari nelayan ke pengepul, lalu ke produk kemasan eceran.
Grade B (eceran)
Rp195.000/L
Grade B (partai)
Rp170.000/L
Grade A (partai)
Rp300.000/L
Grade A (eceran)
Rp450.000/L
Kapsul jadi (IKM)*
±Rp1.125.000/L**
*Setara harga produk D'Squa, kapsul 60 butir Rp112.500 **estimasi setara per liter bahan baku
Tekanan Populasi
Biologi yang tak siap menghadapi industri
70 thnUsia hidup maksimum hiu gulper di Atlantik Utara — salah satu yang terpanjang di antara ikan bertulang rawan.
5–8Anak yang dilahirkan sekali reproduksi, dibanding ribuan telur ikan pelagis cepat tumbuh.
145→78 kgPenurunan hasil tangkapan per trip rawai dasar di Tenau, NTT (2011–2014).
Famili hiu laut dalam yang terancam
Centrophoridae (hiu botol)73,3%
Oxynotidae60%
Squatinidae42,9%
Spesies dalam famili ini diburu karena hati besarnya mengandung squalene >70% — namun pertumbuhan lambat membuat regenerasi populasi nyaris mustahil mengejar laju tangkapan.
Pasar Global
Permintaan kesehatan dan kecantikan mendorong industri
Pangsa pasar minyak hati hiu menurut wilayah, 2024:
BPOM memverifikasi keamanan produk lewat dokumen pelaku usaha — bukan uji DNA spesies bahan baku.
Jalan Regulasi
Aturan mengejar pasar yang sudah berjalan lebih dulu
2020
Hiu gulper masuk Daftar Merah IUCN
Berstatus terancam punah setelah populasi turun 50–79% akibat eksploitasi minyak hati dan perdagangan internasional.
November 2025
CoP20 CITES menetapkan Appendix II
Seluruh famili Centrophoridae masuk Appendix II — penangkapan dan perdagangan harus diatur ketat.
Targetkan Mei 2027
Indonesia menyusun aturan SIPJI & SAJI
KKP-BRIN menyiapkan kajian Non Detriment Finding sebagai dasar prinsip legal, traceable, dan sustainable bagi pemanfaatan hiu botol.
Sebagai perbandingan, Uni Eropa telah menerapkan kuota tangkapan nol dan melarang perikanan target hiu gulper sejak populasinya anjlok di Atlantik Timur Laut.
Jalan Keluar
Squalene tak harus berasal dari hati hiu
Peneliti mendorong peralihan ke sumber nabati — kadarnya lebih rendah, tapi jejak ekologisnya jauh lebih kecil.
biji bayamzaitunberasbibit gandumbiji & kulit anggurkacang tanahkedelaikulit jerukcerimanggastroberidelima
SQUALENE — HATI HIU
Kadar tinggi, >70% pada hiu botol
Bergantung pada spesies laut dalam yang lambat regenerasi
Rantai pasok panjang & sulit ditelusuri
SQUALENE — NABATI
Kadar rendah, sekitar 0,5–1,2%
Sumber dapat ditanam & diperbarui
Jejak ekologis lebih rendah — contoh: fermentasi tebu (Amyris, sejak 2020)